Pemerintah Provinsi Banten mulai menyiapkan langkah konkret agar lulusan SMK benar-benar siap kerja dan sesuai kebutuhan industri. Gubernur Banten Andra Soni bersama Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 menggagas proyek percontohan pendidikan vokasi link and match dengan dunia industri di dua kawasan, yakni Kawasan Industri Modern Cikande Kabupaten Serang dan Kawasan Industri Sawah Luhur Kota Serang. Saat ini, proses feasibility study sedang dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi, jumlah usia sekolah, kondisi ekonomi masyarakat, hingga kebutuhan tenaga kerja industri di wilayah sekitar. “Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja,” ujar Andra Soni. Banten sendiri memiliki sekitar 8.924 industri, mulai dari skala kecil hingga besar. Karena itu, penyesuaian jurusan SMK dinilai penting agar lulusan tidak menumpuk di bidang yang sudah jenuh, sementara kebutuhan industri justru ada di sektor lain. Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 Darwoto mengatakan, pendidikan karakter dan pembiasaan budaya industri menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pendidikan vokasi yang mereka jalankan. “Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” katanya. Beberapa jurusan yang dinilai lebih dibutuhkan industri antara lain manajemen logistik, teknik pengelasan, mekatronika, hingga teknik pemesinan. Kepala Dindikbud Banten Jamaludin menilai kolaborasi ini dapat menjadi solusi untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka lulusan SMK sekaligus menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. “Setiap siswa yang diluluskan dari SMK itu benar-benar siap kerja,” ujarnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan vokasi yang lebih relevan, adaptif, dan memberi peluang kerja nyata bagi generasi muda Banten. (Red) Post navigation Kadindikbud Banten Tegaskan Sanksi Tegas bagi Oknum Calo SPMB SMA/SMK